Berbagi Informasi Lowongan Kerja di Aceh secara khusus dan informasi lowongan kerja lainnya di Indonesia secara umum

October 12, 2011

Lowongan Konsultan Program Pengurangan Risiko Bencana UNDP di KEMENDAGRI

Program Pengurangan Risiko Bencana UNDP (SC-DRR dan DRR-A) pada Direktorat
Jenderal Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri membutuhkan 2 orang konsultan untuk dua lowongan di bawah.

A. INFORMASI POSISI
POSISI : TENAGA AHLI KEBENCANAAN – KOORDINATOR SEMINAR NASIONAL
Bertanggung Jawab kepada : Sub Direktorat Identifikasi Potensi Bencana
Lokasi Bekerja : Direktorat P2B, Ditjen PUM,Kemdagri, Jl. Kebon Sirih 31, Jakarta Pusat
Masa Kerja : 2(dua) bulan (Oktober – Desember 2011)

B. LATAR BELAKANG
Proyek “Mewujudkan Aceh yang Lebih Aman Melalui Pengurangan Risiko Bencana di dalam Pembangunan” (Making Aceh Safer Through Disaster Risk Reduction in Development), dalam penyebutannya disederhanakan menjadi proyek DRR A, merupakan proyek kerjasama antara UNDP dengan Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. Proyek ini telahdilaksanakan sejak tahun 2009 di Provinsi NAD dan tahun ini akan menjadi tahun terakhir pelaksanaan proyek.

Dalam dokumen perencanaan ada empat hasil (output) yang diharapkan dari proyek DRR A, yaitu:
1. Penataan kelembagaan dan terwujudnya kondisi yang mendukung untuk memfasilitasi pelaksanaan upaya-upaya pengurangan risiko bencana yang partisipatif.
2. Proyek-proyek yang sensitif gender terlaksana di lokasi-lokasi terpilih untuk menguji dan meningkatkan upaya-upaya pengurangan risiko dari bencana alam.
3. TDMRC-UNSYIAH menjadi kuat untuk menyediakan informasi berbasis ilmu pengetahuan, bantuan jasa dan pengetahuan kepada pemerintah daerah serta pihak lain dalam melaksanakan kegiatan pengurangan risiko bencana.
4. Program-program peningkatan kesadaran masyarakat akan pengurangan risiko bencana terlaksana untuk mempromosikan “Budaya Keselamatan” yang sensitif gender di tengah institusi dan masyarakat Aceh.

Dari keempat output di atas dapat dilihat bahwa proyek ini tidak hanya fokus pada penguatan kelembagaan maupun upaya pengurangan risiko bencana berbasis komunitas yang sudah jamak dilakukan, namun proyek ini juga mencoba mengintegrasikan isu gender dalam pengurangan risiko bencana serta menekankan peran penting posisi ilmu pengetahuan dan pendidikan dalam PRB.

Dalam pelaksanaannya, proyek DRR A telah diterjemahkan dalam berbagai kegiatan seperti pembahasan dan pengesahan Qanun (Perda) pembentukan Badan Penanggulangan Bencana Aceh, penyusunan rencana aksi daerah pengurangan risiko bencana, pelaksanaan pelatihan pengarusutamaan gender dalam pengurangan risiko bencana, dukungan tenaga ahli untuk TDMRC-UNSYIAH, penyusunan kurikulum pengurangan risiko bencana untuk sekolah dasar, dll. Dari sisi manajemen proyek, kegiatan-kegiatan ini akan terus dipantau capaian dan dinilai kesesuainnya dengan perencanaan yang disusun pada awal proyek.

Memperhatikan berbagai kegiatan proyek DRR A yang dirasakan cukup berhasil oleh banyak pihak, Dirjen PUM Kemdagri merasa perlu untuk membagikan pengalaman dan pengetahuan yang telah diserap dan dipraktekkan oleh Aceh kepada provinsi-provinsi lain di Indonesia. Kegiatan ini rencananya akan dilaksankan dalam bentuk seminar nasional yang akan mengundang perwakilan seluruh pemerintah provinsi di Indonesia, terutama institusi/ dinas/ badan yang paling bertanggungjawab dengan urusan kebencanaan.

Seperti yang telah diamanatkan dalam UU No. 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, urusan penanggulangan bencana yang di dalamnya mengadopsi perspektif pengurangan risiko bencana merupakan tanggungjawab pemerintah dan pemerintah daerah. Pemerintah daerah yang dimaksud tentu saja kedua pemerintah di level provinsi serta kabupaten/kota. Mengingat respon daerah terhadap UU No. 24 tahun 2007 yang masih beragam, seminar nasional ini diharapkan bisa menjadi salah satu referensi bagi provinsi-provinsi lain untuk lebih memahami urgensi pengurangan risiko bencana di daerah.

Guna kelancaran kegiatan seminar nasional ini, Sub Direktrorat Identifikasi Potensi Bencana, Dirjen PUM Kementerian Dalam Negeri membutuhkan seorang konsultan tenaga ahli kebencanaan yang akan bertindak sebagai koordinator seminar.

C. TUJUAN PENUGASAN
Konsultan ahli kebencanaan akan memimpin persiapan, pelaksanaan dan menyampaikan laporan akhir seminar nasional kepada Sub Direktorat Identifikasi Bencana Alam dan Tim DRR A.

D. LINGKUP KEGIATAN DAN HASIL YANG DIHARAPKAN
Tugas utama tenaga ahli – koordinator seminar termasuk dalam poin-poin berikut:
(1) Bersama dengan Tenaga Pendukung, menyusun rencana kerja pelaksanaan dan mempersiapkan pelaksanaan kegiatan;
(2) Melakukan koordinasi dengan Subdit Identifikasi Potensi Bencana, Tim DRR A di Aceh dan Sekretariat UNDP di MOHA dalam tahap persiapan, pelaksanaan dan pelaporan;
(3) Berkoordinasi dan berkonsultasi dengan Pemerintah Provinsi NAD dan pihak-pihak lain yang terlibat dalam pelaksanaan proyek DRR A di Aceh;
(4) Mengusulkan tema seminar berikut dengan sub tema untuk setiap sesi dalam Seminar Nasional;
(5) Bersama dengan Tenaga Pendukung menyusun paket seminar untuk dibagikan kepada peserta;
(6) Bersama dengan tim DRR A di Aceh dan Ditjen PUM menentukan pemakalah berikut dengan moderator untuk setiap sesi dalam seminar;
(7) Bersama dengan Tenaga Pendukung, memfasilitasi pelaksanaan seminar nasional;
(8) Bersama dengan Tenaga Pendukung, menyusun laporan pelaksanaan seminar nasional.

E. KUALIFIKASI
Kualifikasi tenaga ahli yang diharapkan adalah sebagai berikut:
1. Memiliki pengetahuan yang mendalam tentang pengurangan risiko bencana termasuk integrasinya dalam perencanaan dan pembangunan serta pengurangan risiko bencana berbasis komunitas;
2. Mempunyai latar belakang pendidikan S2 dalam bidang yang terkait dengan kebencanaan;
3. Memiliki pengalaman bekerja paling tidak selama 3 (tiga) tahun dalam proyek pengurangan risiko bencana;
4. Memiliki pengetahuan dan atau telah bekerja pada bidang penanggulangan bencana di Aceh merupakan sebuah nilai tambah;
5. Memiliki pengalaman dalam memimpin kegiatan besar dengan skala nasional;
6. Menguasai bahasa Indonesia secara baik dan benar,baik lisan dan tulisan;
7. Menguasai bahasa Inggris minimal pasif;
8. Memiliki kemampuan yang tinggi terhadap tugas serta kepekaan dan rasa hormat terhadap lingkungan kerja;
9. Memiliki kemampuan untuk berinteraksi secara positif;
10. Memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik;
11. Memiliki kemampuan bekerja sama secara luwes;
12. Memiliki kemampuan memimpin.


==============================================================================


A. INFORMASI POSISI
Posisi : TENAGA PENDUKUNG
Bertanggung Jawab kepada : Sub Direktorat Identifikasi Potensi Bencana
Lokasi Bekerja : Direktorat P2B, Ditjen PUM Kemdagri, Jl. Kebon Sirih 31, Jakarta Pusat
Masa Kerja : 3 (tiga) bulan (Oktober 2011 - Januari2012)

B. LATAR BELAKANG
Proyek “Mewujudkan Aceh yang Lebih Aman Melalui Pengurangan Risiko Bencana di dalam Pembangunan” (Making Aceh Safer Through Disaster Risk Reduction in Development – DRR-A) dan Proyek “Mewujudkan Komunitas yang Lebih Aman Melalui Pengurangan Risiko Bencana dalam Pembangunan (Safer Communities through Disaster Risk Reduction in Development – SC-DRR) merupakan program kerjasama antara pemerintah Indonesia yang dalam hal ini diwakili oleh Direktorat P2B Ditjen PUM KEMDAGRI bersama UNDP yang bertujuan mendukung upaya 10 PEMDA yakni Aceh, Sumatera Barat, Bengkulu, Jawa Tengah, DIY, Bali, NTT, Maluku, Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah (Kota Palu) dalam pengurangan risiko bencana. Kedua proyek ini dirancang untuk menjadikan pengurangan resiko bencana menjadi bagian tak terpisahkan dari proses pembangunan di mana tindakan langsung dan efektif dapat diambil untuk mengurangi tingkat kerentanan fisik, ekonomi maupun sosial terhadap bencana. Secara spesifik DRR-A bertujuan untuk melaksanakan empat hasil (output) yakni:
1. Penataan kelembagaan dan terwujudnya kondisi yang mendukung untuk memfasilitasi pelaksanaan upaya-upaya pengurangan risiko bencana yang partisipatif.
2. Proyek-proyek yang sensitif gender terlaksana di lokasi-lokasi terpilih untuk menguji dan meningkatkan upaya-upaya pengurangan risiko dari bencana alam.
3. TDMRC-UNSYIAH menjadi kuat untuk menyediakan informasi berbasis ilmu pengetahuan, bantuan jasa dan pengetahuan kepada pemerintah daerah serta pihak lain dalam melaksanakan kegiatan pengurangan risiko bencana.
4. Program-program peningkatan kesadaran masyarakat akan pengurangan risiko bencana terlaksana untuk mempromosikan “Budaya Keselamatan” yang sensitif gender di tengah institusi dan masyarakat Aceh.
Sementara SC-DRR berfokus kepada 4 (empat) output, yakni:
1. Pembentukan kebijakan pengurangan risiko bencana, serta kerangka hukumnya,
2. Pembentukan dan penguatan sistem kelembagaan yang mendukung pengurangan risiko bencana yang terdesentralisasi dan terintegrasi dengan pembangunan daerah,
3. Program pendidikan dan peningkatan kesadaran dilakukan dan dikuatkan untuk memahami keterkaitan antara pembangunan dengan kebencanaan, dan
4. Pelaksanaan inisiatif pengurangan risiko bencana yang meningkatkan keamanan komunitas.

Dibawah mekanisme pelaksanaan oleh pemerintah nasional, proyek ini ditandatangani secara bersama oleh Country Director UNDP Indonesia, Deputi Bidang Pengembangan Regional dan Otonomi Daerah BAPPENAS serta Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri. Direktur Pencegahan dan Penanggulangan Bencana pada Ditjen PUM KEMDAGRI ditunjuk sebagai Direktur Proyek Nasional untuk DRR-A, sementara Direktur Kawasan Khusus dan Daerah Tertinggal BAPPENAS bertindak sebagai Direktur Proyek Nasional untuk SC-DRR. Dalam pelaksanaan proyek, beberapakewenangan telah didelegasikan kepada Gubernur/Walikota di 10 propinsi mitra. Pada tingkat nasional, Dewan Proyek dibentuk dengan beranggotakan perwakilandari KEMDAGRI, BAPPENAS, BNPB serta UNDP. Di tingkat propinsi, Panitia Proyek terdiri dari Kepala Daerah beserta Dinas-dinas terkait.
Pada Ditjen PUM KEMDAGRI, DRR -A dan SC-DRR telah membentuk Sekretariat Pelaksana guna mendukung administrasi proyek secara nasional maupun kegiatan subtantif di lingkup Direktorat P2B. Salah satu bagian penting dari peran dan fungsi Sekretariat adalah untuk menjamin seluruh kegiatan SC-DRR dan DRR-A teradministrasikan secara benar dan terlaporkan secara tepat waktu.
Kebutuhan pengadministrasian dan pelaporan kedua proyek termasuk di dalamnya pengarsipan, persiapan rapat/kegiatan, dukungan terhadap pelaporan dan lain sebagainya. Untuk itu dibutuhkan seorang tenaga pendukung untuk menjamin kelancaran kegiatan dimaksud.

C. TUJUAN PENUGASAN
Tenaga pendukung akan bekerja bersama konsultan dan staf Sekretariat dalam persiapan, pengarsipan, pelaksanaan dan penyusunan laporan setiap kegiatan yang akan dilakukan pada paruh akhir tahun 2011.

D. LINGKUP KEGIATAN DAN HASIL YANG DIHARAPKAN
Tugas utama tenaga pendukung termasuk dalam poin-poin berikut:
(1) Bersama dengan Tim Sekretariat, menyusun rencana kerja pelaksanaan dan mempersiapkan pelaksanaan kegiatan;
(2) Menyusun dan melakukan pengarsipan terhadap dokumen-dokumen dan korespondensi yang telah dihasilkan selama kegiatan DRR-A dan SCDRR;
(3) Mengidentifikasi lokasi pelaksanaan kegiatan;
(4) Mempersiapkan pelengkapan dan peralatan yang dibutuhkan selama kegiatan;
(5) Menyampaikan undangan dan memastikan keterlibatan peserta;
(6) Menyampaikan undangan dan memastikan keterlibatan narasumber;
(7) Membantu tenaga ahli dalam menyusun paket-paket kegiatan seminar;
(8) Bertanggungjawab untuk urusan administrasi dan logistik narasumber dan peserta kegiatan;
(9) Membantu tim Sekretariat dalam memfasilitasi pelaksanaan kegaitan;
(10)Membantu tim Sekretariat dalam menyusun laporan pelaksanaan kegiatan.

E. KUALIFIKASI
Kualifikasi tenaga pendukung yang diharapkan adalah sebagai berikut:
1. Memiliki pengetahuan dasar tentang pengurangan risiko bencana;
2. Minimal memiliki latar belakang pendidikan D3dalam bidang yang terkait dengan administrasi;
3. Memiliki pengalaman yang memadai dalam menyiapkan perhelatan dengan skala nasional;
4. Menguasai bahasa Indonesia secara baik dan benar,baik lisan dan tulisan;
5. Menguasai bahasa Inggris minimal pasif;
6. Memiliki kemampuan yang tinggi terhadap tugas serta kepekaan dan rasa hormat terhadap lingkungan kerja;
7. Memiliki kemampuan untuk berinteraksi secara positif;
8. Memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik;
9. Memiliki kemampuan bekerja sama secara luwes;


Jika anda memiliki kualifikasi seperti dipersyaratkan dan berminat untuk melamar, silahkan mengirimkan lamaran anda, cover letter beserta CV ke alamat email: amron.hamdi@undp.org dan djindan.undp@gmail.com paling lambat hari Jum'at 21 Oktober 2011, pukul 24.00 WIB.
Share:

0 comments:

Post a Comment

loading...

Berlangganan Loker Terbaru

Subscribe via Email for Free
Dapatkan Lowongan Kerja Terbaru langsung ke email anda!

Popular Posts

Recent Posts

Blog Archive

-->

Copyright © Informasi Lowongan Kerja di Aceh | Powered by Blogger

Design by ThemePacific | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com