Berbagi Informasi Lowongan Kerja di Aceh secara khusus dan informasi lowongan kerja lainnya di Indonesia secara umum

May 22, 2011

Vacancy at World Vision

World Vision, salah satu Organisasi kemanusiaan internasional Kristen terbesar di dunia, World Vision Indonesia memiliki Nasional Office di Jakarta, 6 Kantor Regional dan 40 + Kantor Program di 9 propinsi. WV Indonesia mempekerjakan sekitar 1.000 staf dan lebih dari 800 staf yang bekerja di program-program dan melayani 1400 desa termiskin.

Setelah 50 tahun beroperasi di Indonesia, World Vision berfokus pada program kesehatan, pendidikan dan pengembangan ekonomi yang meliputi transformasional, Tanggap Darurat Bencana dan advokasi . Kami juga bagian dari konsorsium LSM yang aktif di advokasi, perlindungan anak, kesehatan, pemberdayaan masyarakat dan Manajemen bencana

World Vision saat ini membutuhkan :
Jasa Konsultan untuk Program Penguatan Kapasitas Pengurus Koperasi Sebagai Provider Jasa Pelayanan Pemasaran Bagi UMKM Berbasiskan Value Chain di Wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar .

LATAR BELAKANG

WVI telah berhasil memfasilitasi pembentukan 3 Asosiasi yang terdiri dari Asosiasi Pemasaran Produk UMKM Aceh Besar dan Banda Aceh (Aspema), Pengurus Asosiasi Pemasaran Ikan Air Tawar di Banda Aceh (APIAT), dan Asosiasi Pembudidaya Ikan Air Tawar Aceh Besar (ASPIAT). Saat ini 2 Asosiasi (Aspema dan APIAT Banda Aceh) telah memiliki unit usaha koperasi simpan pinjam yang telah memiliki badan hukum, sementara itu ASPIAT Aceh Besar masih belum menjalankan unit usahanya. Dua Asosiasi (Aspema dan APIAT Banda Aceh) yang terbentuk lebih awal pada tahun 2009 telah mendapatkan pelatihan dan pendampingan tentang konstitusi asosiasi, dasar penyedia layanan komersial untuk memfasilitasi pemasaran produk anggotanya, dan SOP managemen koperasi simpan pinjam (pembiayan, personalia, dan pembukuan), sementara ASPIAT Aceh Besar belum mendapatkan penguatan lebih lanjut.

Pembentukan 3 Asosiasi ini merupakan langkah strategis awal dalam membantu terbukanya akses pemasaran untuk pengembangan dan percepatan pertumbuhan bisnis sektor UMKM dalam konteks value chain di Banda Aceh dan Aceh Besar. Tiga asosiasi ini merupakan wadah bersama para pelaku UMKM untuk memperkuat posisi tawar mereka terhadap pelaku pasar yang sudah mapan. Agar keberadaan asosiasi berkelanjutan maka masih dibutuhkan pelatihan dan pendampingan lanjutan untuk terus memperkuat dampak kemanfaatan asosiasi bagi anggotanya. Rencananya bentuk dukungan penguatan yang diberikan melalui pelatihan dan pendampingan tentang teknologi dan pengembangan produk, akses pasar dan informasi, managemen organisasi asosiasi, regulasi, keuangan, input supply (bahan baku, alat/perlengkapan, tenaga kerja, pengeluaran dan beban usaha), dan pengembangan infrastruktur.

Diharapkan dengan adanya penguatan-penguatan tersebut, maka asosiasi mampu menjadi penyedia jasa bagi pengembangan dan perluasan akses pemasaran produk UMKM dalam konteks value chain ke pasar potensial domestic maupun internasional melalui jejaring dengan perusahaan. Diharapkan dengan keberadaan asosiasi mampu menjadi salah satu sentra pemasaran bagi produk UMKM. Pengurus juga diharapkan memiliki kemampuan melakukan survey pasar untuk mengidentifikasi kebutuhan dan permintaan pasar yang sesungguhnya terhadap produk-produk yang diinginkan oleh konsumen (market demand oriented). Selain itu keberadaan asosiasi juga dapat menjadi salah satu faktor pendukung dalam mendorong bangkit dan tumbuhnya usaha mikro kecil dan menengah di masyarakat sehingga akan membantu roda perekonomian Aceh.

Atas dasar uraian di atas maka WVI berencana untuk mengadakan pelatihan dan pedampingan intensif bagi 3 Asosiasi serta implementasi tentang teknologi dan pengembangan produk, akses pasar dan informasi, managemen organisasi asosiasi,regulasi, keuangan, input supply (bahan baku, alat/perlengkapan, tenaga kerja) pengeluaran dan beban usaha yang berfokus pada Rantai Nilai.

TUJUAN

Tujuan kegiatan adalah meningkatkan kapasitas 3 asosiasi dalam menjalankan fungsinya sebagai peneydia jasa untuk memperluas akses pemasaran produk UMKM ke pasar potensial

HASIL YANG DI HARAPKAN

Adapun hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah:
  • Terdatanya jenis-jenis produk unggulan yang berbasiskan pasar
  • Hilangnya hambatan dalam rantai nilai pemasaran berbasiskan pasar
  • asosiasi pemasaran mampu menjadi penyedia jasa layanan pemasaran produk yang berbasiskan pasar (demand based marketing)
  • Adanya mekanisme pemberian insentif bagi asosiasi sebagai provider jasa layanan pemasaran
  • Tersusunnya strategi penggalangan dana dan teknik pemasaran yang akan dilakukan oleh asosiasi
  • Terbangunnya jaringan kerjasama antara asosiasi dengan pasar potensial(lead firm, pedangan besar, dan pelaku pasar lainnya).
  • Adanya rekomendasi intervensi lanjutan untuk penguatan asosiasi sebagai provider layanan pemasaran
RANTAI NILAI (VALUE CHAIN) YANG AKAN DIKEMBANGKAN

1) Banda Aceh
- Usaha kue tradisional (dodol, meusekat, wajik, boh sen, bada retek, pepes tiram, Bhoi, kerupuk tiram, rengginang, dan bakpia),
- Handicraft dan produk jahitan

2) Aceh Besar

- Aneka kerupuk (kerupuk tiram, kerupuk tempe, kerupuk ikan, kerupuk udang, dan kerupuk ikan teri) serta macam-macam keripik,
- Pengolahan ikan laut (ikan asin, gurita asin) dan ikan air tawar (lele asap),
- Kue tradisional (ukeu u, kelapa gongseng)
- Aneka produk jahitan


METODOLOGI KEGIATAN

Metodologi kegiatan akan berfokus pada rantai nilai dan solusi berbasikan pasar yang memiliki
nilai ekonomis dan komersial (commercial viability) untuk dikembangkan dan memiliki keberlanjutan dimasa yang akan datang.

Kegiatan ini terbagi menjadi dua bentuk kegiatan yaitu:

1. Pelatihan:
- Program pelatihan tentang keterampilan manajemen
- Program pelatihan bagaimana memulai dan mengembangkan kewirausahaan
- Program pelatihan ketrampilan bisnis persektor cross cutting dengan program keuangan bisnis
- Program umum tentang informasi bisnis UMKM (misalnya: Pusat Pelayanan Konsultasi Bisnis)

2. Pendampingan di lapangan selama 2 bulan,adapun sub-materi pendampingan sebagai berikut:
a. Teknologi dan pengembangan masing-masing subsector value chain:
- Akses kepada mesin/peralatan/perlengkapan yang sesuai dan technologi yang tepat untuk pelaku UMKM
- Akses kepada desain baru yang tepat untuk peningkatan pasar bagi produk (value added)
- Pendampingan bagi pelaku usaha kecil dalam ketrampilan teknis

b. Akses pasar dan informasi:
- akses bagi pelaku usaha mikro untuk pembeli dalam skala besar
- penyediaan informasi bagi pelaku usaha atas standard dan spesifikasi pembeli
- akses ke channel pemasaran bagi pelaku usaha mikro dengan provider (individuals, private commercial firms, Asosiasi industry,MSMEs,
- Akses untuk jasa transportasi

c. Managemen organisasi Asosiasi
- Struktur organisasi
- Unit-unit usaha pendukung asosiasi

d. Regulasi:
- mempromosikan pengembangan pelaku usaha mikro
- mempromosikan peran pemerintah / procurement bagi pelaku usaha mikro
- Jaringan kerja dengan lead firm,

e. Keuangan:
- Akses untuk mendapatkan kredit bagi para petani kecil dan pelaku usaha mikro

f. Input Supply
- Penyediaan input (bahan baku, alat/perlengkapan, tenaga kerja, pengeluaran dan beban usaha) yang dapat dijangkau oleh pelaku usaha
- Akses bahan baku berkualitas bagus
- Akses input bagi pelaku usaha di daerah pedesaan yang jauh dari input produksi

4. Survey pasar

Tim konsultan dan 3 staff Ecodev akan melakukan survey pasar. Kegiatan ini akan berbentuk kontak langsung antara tim konsultan dengan para praktisi pasar langsung yang terdiri dari lead firm, pedagang besar, pelaku pasar, dan organisasi dagang.

5. Workshop hasil

Dimana semua pelaku usaha mikro sudah bisa memahami dari suatu produk yang dipasarkan dan mengikat perjanjian dengan pedagang besar dan pengencer untuk penyuplai produk usaha mereka

6. JADWAL KEGIATAN

Kegiatan akan dilaksanakan selama tiga bulan yaitu pada bulan Juni s.d Agustus 2011

7. TARGET SASARAN KEGIATAN

a. Target untuk pendampingan kegiatan penguatan
kapasitas pengurus Asosiasi ini adalah 3 asosiasi pemasaran, 5 Koperasi,16 KSM dan 20 pelaku usaha mikro dan di fasilitasi oleh konsultan. (rinciannya akan dikirim ke alamat anda)

b.Peserta Survey Pasar adalah 3 staff Economic Development World Vision Indonesia dan team konsultan.

8. TEMPAT

a. Pelatihan dan pendampingan akan akan melibatkan 3 Asosiasi, 5 Koperasi, dan 16 KSM dan 20 pelaku usaha mikro di Banda Aceh dan Aceh Besar
b. Survey pasar akan dilakukan di Aceh dan Medan
c. Workshop akan dilakukan di tempat yang representative

9. MONITORING DAN EVALUASI

Untuk keperluan monitoring dan evaluasi, konsultan wajib menyerahkan hard copy dan soft copy sebagai berikut:

- Notulensi dan foto kegiatan
- Modul kegiatan

Laporan akhir kegiatan yang berisi: (1) Ruang lingkup kegiatan, (2) Kegiatan-kegiatan yang dilakukan, (3) Temuan lapangan dan interpretasi, (4) Rekomendasi dan time line rencana tindak lanjut

10. PEMILIHAN KONSULTAN PELAKSANAAN

1. Konsultan diundang untuk mengirimkan proposal yang berisi: (1) Metodologi kegiatan, (2) work plan disertai dengan timeline

2. Konsultan mengirimkan curriculum vitae

3. Konsultan mengirimkan Aplikasi dan Profil Organisasi ke alamat e-mail: nurrahma_liza@wvi.org
kemudian kami akan mengirimkan format budget kepada kandidat Konsultan.

4. Kelengkapan dokumen
dan budget tersebut diatas dikirimkan langsung ke Kantor WVI dalam amplop tertutup paling lambat 23 Mei 2011 dengan menuliskan identitas pengirim dan ditujukan ke alamat: Procurement Officer World Vision Aceh Development
Program Jl. Sudirman IV No. 19 Geuce Ineum, Banda Aceh.

5. Untuk klarifikasi silahkan hubungi Nurrahmaliza Telp + 0651 41234
Share:

0 comments:

Post a Comment

loading...

Berlangganan Loker Terbaru

Subscribe via Email for Free
Dapatkan Lowongan Kerja Terbaru langsung ke email anda!

Popular Posts

Recent Posts

Blog Archive

-->

Copyright © Informasi Lowongan Kerja di Aceh | Powered by Blogger

Design by ThemePacific | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com